Keberhasilan proyek konstruksi sangat ditentukan oleh keseimbangan tiga parameter utama (triple constraints): waktu, biaya, dan mutu. Namun dalam realisasinya, proyek Pembangunan gedung sering kali menghadapi kendala keterlambatan dan pembengkakan biaya, seperti yang terjadi pada Proyek Pembangunan Gedung Kuliah Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang yang mengalami perpanjangan durasi waktu selama 75 hari dan peningkatan nilai kontrak akibat adanya Adendum I. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor dan tindakan manajerial yang paling dominan dalam memengaruhi fungsi manajemen konstruksi (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan) terhadap pengendalian waktu, biaya, dan mutu. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif analitis dengan teknik pengambilan sampel sensus (total sampling) terhadap 33 responden yang terdiri dari pihak kontraktor, konsultan pengawas, dan tim teknis. Analisis data dilakukan menggunakan metode Relative Importance Index (RII) dan Standar Deviasi (SD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan memengaruhi fungsi manajemen konstruksi adalah tahap Pengawasan (Controlling) dengan nilai RII tertinggi sebesar 0,940, sedangkan tindakan manajerial yang paling dominan untuk memastikan keberhasilan proyek adalah tindakan pada tahap Pelaksanaan (Actuating) dengan nilai RII sebesar 0,954. Hasil ini menegaskan pentingnya integrasi pengawasan yang ketat dan pelaksanaan tindakan korektif yang responsif dalam meminimalkan deviasi di lapangan.
Copyrights © 2026