Rendahnya hasil belajar Biologi menunjukkan perlunya media pembelajaran yang mampu meningkatkan keaktifan dan keterlibatan peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan hasil belajar sebelum dan sesudah penggunaan media ular tangga edukatif pada pembelajaran Biologi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Sampel terdiri atas 28 peserta didik kelas VII D SMP Negeri 2 Tuban yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan tes pilihan ganda pada tahap pretest dan posttest. Analisis data meliputi analisis deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, dan Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata meningkat dari 29,89 menjadi 49,32 atau bertambah 19,43 poin. Nilai tertinggi meningkat dari 50 menjadi 85, sedangkan nilai terendah naik dari 20 menjadi 30. Persentase ketuntasan berdasarkan KKM 75 meningkat dari 0,00% menjadi 10,71%. Hasil uji Wilcoxon memperoleh nilai Z sebesar −4,122 dengan signifikansi kurang dari 0,001, sehingga terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan. Media ular tangga edukatif mampu mendorong kegiatan bermain, berdiskusi, menjawab pertanyaan, dan mengulang konsep. Namun, ketuntasan belajar masih rendah sehingga penggunaannya perlu dipadukan dengan penjelasan guru, penguatan konsep, latihan soal, dan pembahasan jawaban agar hasil belajar lebih optimal. Temuan ini menegaskan bahwa media tersebut efektif sebagai alternatif pendukung pembelajaran Biologi, meskipun belum sepenuhnya meningkatkan ketuntasan peserta didik.
Copyrights © 2026