Pengelolaan pariwisata budaya di Pura Beji Sangsit belum berjalan optimal meskipun memiliki potensi daya tarik yang kuat berbasis kearifan lokal. Keunikan relief kuno khas Buleleng serta keberlanjutan tradisi Subak, khususnya Ngusaba Bukakak, menjadi kekuatan utama yang mencerminkan nilai Tri Hita Karana. Namun, potensi tersebut belum didukung oleh kelembagaan, sumber daya manusia, dan fasilitas yang memadai. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan 4A dan SWOT untuk mengidentifikasi kondisi eksisting serta faktor strategis pengelolaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelemahan utama terletak pada aspek kelembagaan, partisipasi Subak, dan keterbatasan fasilitas pendukung. Posisi strategis destinasi berada pada strategi bertahan, sehingga diperlukan penguatan kelembagaan berbasis Subak, konservasi dan branding kearifan lokal, serta peningkatan fasilitas guna mendukung pengelolaan pariwisata budaya yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026