ABSTRACT Divorce during the early years of marriage remains a challenge for Generation Z couples who have grown up as digital natives. This condition highlights the importance of marital adjustment, which is influenced by psychological factors, including Joy of Missing Out (JOMO) and emotional maturity. This study aimed to examine the effects of JOMO and emotional maturity on marital adjustment among Generation Z couples in the first one to five years of marriage. A quantitative approach with a multiple linear regression design was employed. The participants consisted of 122 married Generation Z individuals selected through purposive sampling. Data were collected using the JOMO Scale, the Emotional Maturity Scale, and the Dyadic Adjustment Scale, all of which met validity and reliability requirements, and were analyzed using multiple linear regression. The findings indicate that JOMO and emotional maturity jointly have a significant effect on marital adjustment. Partially, emotional maturity is the strongest predictor of marital adjustment, whereas JOMO has a positive supporting role in fostering marital adjustment among Generation Z couples. The study concludes that strengthening emotional maturity is essential for improving marital adjustment, while JOMO represents a relevant psychological factor within the digital lives of Generation Z couples. ABSTRAK Perceraian pada fase awal pernikahan masih menjadi tantangan bagi pasangan Generasi Z yang tumbuh sebagai digital native. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kemampuan penyesuaian pernikahan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis, di antaranya Joy of Missing Out (JOMO) dan kematangan emosi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh JOMO dan kematangan emosi terhadap penyesuaian pernikahan pada Generasi Z dalam fase awal pernikahan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain regresi linear berganda. Partisipan penelitian berjumlah 122 individu Generasi Z yang telah menikah selama 1–5 tahun dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Skala JOMO, Skala Kematangan Emosi, dan Dyadic Adjustment Scale yang telah memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa JOMO dan kematangan emosi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap penyesuaian pernikahan. Secara parsial, kematangan emosi memberikan pengaruh yang paling dominan, sedangkan JOMO berpengaruh positif sebagai faktor pendukung dalam membentuk penyesuaian pernikahan pada pasangan Generasi Z. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kematangan emosi merupakan faktor utama dalam meningkatkan kualitas penyesuaian pernikahan, sementara JOMO menjadi aspek psikologis yang relevan dalam konteks kehidupan digital Generasi Z.
Copyrights © 2026