Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dampak Coaching dan Mentoring terhadap Jenjang Karier pada Karyawan Caroline Magdalena Sutanto; Shilfani Fitri Wahyuningsih; Anggi Febiyanti; Kania Naura Shabilla Effendy; Tirta Firdaus Nuryananda
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 02 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n02.p516-533

Abstract

Lingkungan kerja yang dinamis menuntut organisasi mengelola karier karyawan secara sistematis dan terarah. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak coaching dan mentoring terhadap jenjang karier karyawan. Metode yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) dengan kerangka PRISMA, penelitian ini berhasil mengidentifikasi 20 artikel terpilih yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2017 hingga 2026 melalui pangkalan data jurnal ilmiah bereputasi internasional dan relevan dengan topik, mentoring, pengembangan karier, dan jenjang karier. Hasil analisis menunjukkan bahwa coaching berkontribusi secara tidak langsung terhadap jenjang karier melalui peningkatan kompetensi, kinerja, dan kesiapan promosi. Sementara itu, mentoring memiliki pengaruh yang lebih langsung terhadap mobilitas karier, peluang promosi, peningkatan remunerasi, serta perluasan jaringan profesional. Temuan dari tinjauan ini menunjukkan bahwa coaching dan mentoring berperan saling melengkapi dalam mendukung perkembangan karier karyawan. Oleh karena itu, organisasi perlu merancang program coaching dan mentoring yang terintegrasi dan berkelanjutan untuk mengoptimalkan kesiapan individu sekaligus memperluas akses terhadap peluang karier di dalam organisasi. Abstract A dynamic work environment demands that organizations manage employee careers systematically and purposefully. This study aims to analyze the impact of coaching and mentoring on employee career paths. The method used was a systematic literature review (SLR) with the PRISMA framework. This study successfully identified 20 selected articles published between 2017 and 2026 through a database of internationally reputable scientific journals relevant to the topics of coaching, mentoring, career development, and career paths. The analysis results indicate that coaching indirectly contributes to career paths through increased competence, performance, and promotion readiness. Meanwhile, mentoring has a more direct influence on career mobility, promotion opportunities, increased remuneration, and the expansion of professional networks. The findings of this review indicate that coaching and mentoring play complementary roles in supporting employee career development. Therefore, organizations need to design integrated and sustainable coaching and mentoring programs to optimize individual readiness while expanding access to career opportunities within the organization.
KEMATANGAN EMOSI SEBAGAI PREDIKTOR DOMINAN DAN JOMO SEBAGAI SUPLEMENTER PADA PENYESUAIAN PERNIKAHAN GENERASI Z Fadhila Choirunnisa; Tirta Firdaus Nuryananda
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.13994

Abstract

ABSTRACT Divorce during the early years of marriage remains a challenge for Generation Z couples who have grown up as digital natives. This condition highlights the importance of marital adjustment, which is influenced by psychological factors, including Joy of Missing Out (JOMO) and emotional maturity. This study aimed to examine the effects of JOMO and emotional maturity on marital adjustment among Generation Z couples in the first one to five years of marriage. A quantitative approach with a multiple linear regression design was employed. The participants consisted of 122 married Generation Z individuals selected through purposive sampling. Data were collected using the JOMO Scale, the Emotional Maturity Scale, and the Dyadic Adjustment Scale, all of which met validity and reliability requirements, and were analyzed using multiple linear regression. The findings indicate that JOMO and emotional maturity jointly have a significant effect on marital adjustment. Partially, emotional maturity is the strongest predictor of marital adjustment, whereas JOMO has a positive supporting role in fostering marital adjustment among Generation Z couples. The study concludes that strengthening emotional maturity is essential for improving marital adjustment, while JOMO represents a relevant psychological factor within the digital lives of Generation Z couples. ABSTRAK Perceraian pada fase awal pernikahan masih menjadi tantangan bagi pasangan Generasi Z yang tumbuh sebagai digital native. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kemampuan penyesuaian pernikahan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis, di antaranya Joy of Missing Out (JOMO) dan kematangan emosi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh JOMO dan kematangan emosi terhadap penyesuaian pernikahan pada Generasi Z dalam fase awal pernikahan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain regresi linear berganda. Partisipan penelitian berjumlah 122 individu Generasi Z yang telah menikah selama 1–5 tahun dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Skala JOMO, Skala Kematangan Emosi, dan Dyadic Adjustment Scale yang telah memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa JOMO dan kematangan emosi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap penyesuaian pernikahan. Secara parsial, kematangan emosi memberikan pengaruh yang paling dominan, sedangkan JOMO berpengaruh positif sebagai faktor pendukung dalam membentuk penyesuaian pernikahan pada pasangan Generasi Z. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kematangan emosi merupakan faktor utama dalam meningkatkan kualitas penyesuaian pernikahan, sementara JOMO menjadi aspek psikologis yang relevan dalam konteks kehidupan digital Generasi Z.
PSIKOEDUKASI PENINGKATAN PERAN BYSTANDER UNTUK MENGURANGI BULLYING DI PONDOK PESANTREN Erizza Farizan Adani; Tirta Firdaus Nuryananda; Muhammad Nuril Mukminin; Arfin Nurma Halida; Desi Nurwidawati; Raniah Ratna Brillianti Kusnanda; Adnin Ulimazeta
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8166

Abstract

The issue of bullying at Al Fattah Global Islamic School (GIBS) Boarding School has become a major concern in efforts to create a safe and supportive learning environment. One of the issues identified is the low involvement of students as bystanders in preventing and stopping bullying. Students tend to be passive and lack the knowledge and courage to take action. The aim of this activity is to provide psychoeducation to students about bullying, its impacts, and concrete strategies for active and effective bystanders. The program was implemented through a series of stages, including the preparation of modules, coordination with partners, and the implementation of interactive training in the form of lectures, educational videos, and discussions. This activity involved students from grades 7 to 12 at GIBS. The results of the activity showed a significant increase in participants' understanding and awareness of the concept of bullying and the importance of the active role of bystanders. Participants' knowledge increased overall, particularly regarding the impact of bullying on victims and concrete steps that bystanders can take. In conclusion, psychoeducation has proven effective in enhancing the social empowerment of students to engage in bullying prevention and contributes to the creation of a pesantren culture that prioritizes empathy, solidarity, and psychosocial safety. ABSTRAK Permasalahan bullying di Pondok Pesantren Al Fattah Global Islamic School (GIBS) menjadi perhatian utama dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung. Salah satu isu yang diidentifikasi adalah rendahnya keterlibatan santri sebagai bystander dalam mencegah dan menghentikan bullying. Santri cenderung pasif dan kurang pengetahuan serta keberanian untuk bertindak. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan psikoedukasi kepada santri mengenai bullying, dampaknya, serta strategi konkret bagi bystander yang aktif dan efektif. Program ini diimplementasikan melalui serangkaian tahapan yang meliputi penyusunan modul, koordinasi dengan mitra, dan pelaksanaan pelatihan interaktif berupa ceramah, video edukasi, dan diskusi. Kegiatan ini melibatkan santri dari kelas 7 hingga 12 di GIBS. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kesadaran peserta terhadap konsep bullying dan pentingnya peran aktif bystander. Pengetahuan peserta meningkat secara keseluruhan, terutama dalam hal dampak bullying terhadap korban dan langkah-langkah konkret yang dapat diambil oleh bystander. Kesimpulannya, psikoedukasi terbukti efektif dalam meningkatkan keberdayaan sosial santri untuk terlibat dalam pencegahan bullying, serta berkontribusi pada terciptanya budaya pesantren yang mengedepankan empati, solidaritas, dan keamanan psikososial.