Sistematisasi susunan serta pembagian surah-surah dalam Al-Quran memiliki peran yang sangat signifikasi dalam mempermudah proses pemahaman dan pengkajian terhadap isi Al-Quran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana bentuk penyusunan surah-surah Al-Quran ditinjau dari perspektif sejarah perkembangan Islam. Dengan pendekatan library research dan analisis kualitatif, penelitian ini mengkaji literatur-literatur klasik dan kontemporer, Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pandangan di kalangan ulama terkait sistematisasi penyusunan surah dalam Al-Quran. Sebagian ulama berpendapat bahwa penyusunan tersebut bersifat tauqifi, yakni ditetapkan langsung oleh Nabi Muhammad Saw. Berdasarkan wahyu sementara pembagian lainnya berpendapat bahwa terdapat unsur Ijtihadi dari para sahabat. Namun demikian, mayoritas ulama sepakat bahwa urutan surah dalam mushaf yang dikenal saat ini bersifta tauqifi. Selain itu, pembagian surah berdasarkan jumlah ayat diklasifikasikan menjadi empat kelompok utama, yaitu tiwal (surah-surah panjang), mi’un (sekitar seratus ayat), mathani (ayat-ayat yang tidak terlalu panjang), dan mufassal (surah-surah pendek). Pembagian ini tidak hanya berfugsi sebagai struktur teknis, tetapi juga mengandung hikmah, seperti mempermudah proses hafalan Al-Quran, serta mendorong umat islam untuk lebih mendalami ilmu-ilmu Al-Quran secara mendalam.
Copyrights © 2025