Spektrum lingkungan telah beralih dari yang semula pada lingkungan fisik kepada lingkungan digital. Menjadi ruang baru bagi interaksi manusia, lingkungan digital menyisakan persoalan etika yang harus menjadi pedoman dalam berinetraksi di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji rasionalisasi etika qurani dalam berinteraksi dengan dunia digital. Menghadirkan fenomena real pada website keislaman popular Indonesia, penulis menganalisisnya melalui kaca mata literatur etika lingkungan fisik yang telah ada sebelumnya dengan konsep kekhalifahan manusia sebagai fokus. Penelitian ini menemukan bahwa, tanpa memandang ideologi lingkungan digital Muslim, elaborasi tentang konsep kekhalifahan dalam lingkungan digital telah memberikan wawasan etika bagi seorang Muslim dalam berinteraksi dengannya. Lingkungan digital dihidupkan sebagai wadah belajar dan mendidik. Dengan berbagai publikasi, website keislaman tersebut memiliki kemampuan dan karakteristik pedagogis unik yang merupakan bukti dari kesadaran literasi digital sekaligus menguatkan argumentassi al-Qur’an bahwa ilmu pengetahuan adalah dasar penunjukan kekhalifahan manusia dan harus terus dievaluasi dalam konteks lingkungan digital. Sementara itu, aktivisme Muslim sebagai pengelola mengindikasikan sebuah kesadaran bahwa lingkungan digital bagian dari agama dengan sifat interaksi yang berorientasi teosentrisme.
Copyrights © 2025