Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh penerapan kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dalam pembelajaran Kitab Safinatun Naja terhadap pemahaman substantif keagamaan remaja Musholla Al-Muttaqin Banjarsari Bojonegoro. Kondisi awal menunjukkan bahwa dari 12 santri aktif, hanya 3 yang memahami materi secara memadai, sementara pembelajaran berlangsung tanpa integrasi teknologi apa pun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pre-test post-test. Subjek penelitian adalah seluruh 12 santri aktif dari jenjang SD kelas 5–6 dan SMP kelas 7–9. Instrumen penelitian terdiri atas tes tertulis untuk mengukur dimensi kognitif konseptual (α = 0,82) dan lembar observasi untuk mengukur dimensi aplikatif kontekstual (α = 0,79). Implementasi TPACK dilaksanakan selama empat pertemuan melalui integrasi platform gamifikasi Quizizz, media video pembelajaran digital, dan modifikasi metode sorogan berbasis teknologi. Post-test diberikan satu minggu setelah intervensi terakhir guna mengurangi testing effect. Data dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil menunjukkan peningkatan skor pemahaman substantif keagamaan yang signifikan setelah penerapan kerangka TPACK (Z = -3,105; p = 0,001; r = 0,90; N-Gain = 0,60), baik pada dimensi kognitif konseptual maupun aplikatif kontekstual. Temuan ini mengindikasikan bahwa kerangka TPACK berpotensi diterapkan secara efektif dalam pendidikan Islam non-formal di lingkungan musholla dan dapat menjadi rujukan model pembelajaran alternatif bagi komunitas musholla lainnya
Copyrights © 2026