Aktivitas pertamabngan ilegal menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang berdampak terhadap kerusakan ekosistem dan habitat satwa liar. Di kecamatan Pante Ceuremen, Kabupaten Aceh Barat, aktivitas ini diduga menjadi salah satu faktor yang mendorong gajah keluar dari habitat alaminya dan memasuki kawasan pemukiman masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak sosial pencurian ilegal terhadap disonansi ekologis satwa gajah di Kecamatan Pante Ceuremen, Kabupaten Aceh Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan wawancara kepada masyarakat setempat serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pertambangan ilegal menyebabkan kerusakan habitat hutan yang signifikan, sehingga mendorong gajah keluar dari habitat alaminya dan masuk ke kawasan pemukiman warga untuk mencari sumber makanan. Kondisi ini memicu disonansi antara manusia dan gajah, yang ditandai dengan rusaknya lahan pertanian serta munculnya rasa takut di kalangan masyarakat. Di sisi lain, aktivitas pertambangan ilegal tetap berlangsung karena menjadi salah satu sumber penghidupan ekonomi masyarakat lokal. Temuan ini juga menunjukkan bahwa fenomena tersebut tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan, tetapi juga dipengaruhi oleh pertimbangan ekonomi masyarakat yang bergantung pada aktivitas pertambangan ilegal sebagai sumber mata pencaharian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa aktivitas penambangan ilegal tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mempengaruhi dinamika sosial dan hubungan antara manusia dengan satwa liar.
Copyrights © 2026