Environmental degradation and recurring natural disasters such as floods, landslides, and galodo in Sumatra indicate a severe ecological crisis that threatens human life, property, and social stability. This condition raises the question of how Wahbah al-Zuhayli’s theory of Maqasid al-Syariah can be utilized as a normative Islamic legal framework to address contemporary environmental issues. The novelty of this study lies in conceptualizing environmental preservation as a Maslahah Daruriyyah, directly connected to the protection of life (ḥifz al-nafs) and property (ḥifz al-mal), rather than merely a complementary or secondary concern. This research employs a qualitative library-based method with a normative–critical approach, analyzing al-Zuhayli’s major works alongside contemporary ecological and disaster-related literature. The study finds that environmental destruction causing ecological disasters constitutes a violation of the fundamental objectives of Islamic law. Wahbah al-Zuhayli’s maqasid-oriented approach provides a flexible yet authoritative framework for integrating Islamic legal ethics with sustainable environmental governance and disaster mitigation policies. Kerusakan lingkungan dan bencana alam yang berulang, seperti banjir, longsor, dan galodo di Sumatera, menunjukkan adanya krisis ekologi serius yang mengancam keselamatan jiwa, harta benda, dan stabilitas sosial masyarakat. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana teori Maqasid al-Syariah Wahbah al-Zuhayli dapat dijadikan kerangka normatif hukum Islam dalam merespons persoalan lingkungan kontemporer. Kebaruan penelitian ini terletak pada penegasan pelestarian lingkungan sebagai maslahah daruriyyah karena memiliki keterkaitan langsung dengan perlindungan jiwa (hifz al-nafs) dan harta (hifz al-mal). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi kepustakaan dengan pendekatan normatif-kritis terhadap karya-karya Wahbah al-Zuhayli dan literatur ekologi kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan yang memicu bencana ekologis merupakan bentuk pelanggaran terhadap tujuan dasar syariat Islam. Pemikiran Wahbah al-Zuhayli terbukti relevan dalam membangun kerangka etika dan hukum Islam yang mendukung pelestarian lingkungan serta kebijakan mitigasi bencana yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026