Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji secara empiris hubungan antara inflasi, daya beli konsumen terhadap perubahan harga, elastisitas permintaan, serta pola konsumsi produk UMKM di sektor makanan dan minuman di Kota Balikpapan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara kepada 100 pelaku usaha yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda, dan hasilnya menunjukkan bahwa baik inflasi maupun daya beli secara signifikan memengaruhi variable perubahan harga dan elastisitas permintaan. Kenaikan harga bahan baku akibat inflasi mendorong pelaku UMKM menaikkan harga jual produk, sementara daya beli yang menurun menyebabkan konsumen menjadi lebih sensitif terhadap harga, sehingga permintaan cenderung elastis. Namun demikian, perilaku konsumsi masyarakat terhadap produk UMKM tidak mengalami perubahan signifikan karena produk makanan dan minuman merupakan kebutuhan pokok yang tetap dikonsumsi. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tekanan ekonomi tidak selalu mengubah perilaku konsumsi, karena dipengaruhi oleh faktor sosial, kebiasaan, dan dukungan kebijakan. Disarankan agar pelaku UMKM meningkatkan efisiensi produksi, inovasi, serta pemanfaatan digital marketing, dan pemerintah memberikan perlindungan harga dan daya beli melalui program subsidi atau pelatihan kewirausahaan.
Copyrights © 2025