Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya profitabilitas dalam menilai kinerjaperbankan syariah, khususnya Bank Syariah Indonesia yang mengalami fluktuasi Returnon Assets (ROA) pasca-merger. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruhCapital Adequacy Ratio (CAR) dan Non Performing Financing (NPF) terhadapprofitabilitas yang diproksikan dengan ROA. Metode penelitian yang digunakan adalahpendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif, menggunakan data sekunderberupa laporan keuangan triwulanan Bank Syariah Indonesia periode 2021–2025 yangdianalisis dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secaraparsial CAR tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA, sedangkan NPF berpengaruhnegatif dan signifikan terhadap ROA. Secara simultan, CAR dan NPF berpengaruhsignifikan terhadap ROA dengan nilai koefisien determinasi sebesar 88,4%. Hal inimenunjukkan bahwa kualitas pembiayaan memiliki peran yang lebih dominandibandingkan kecukupan modal dalam menentukan profitabilitas bank. Kesimpulanpenelitian ini adalah bahwa pengendalian pembiayaan bermasalah menjadi faktor kuncidalam meningkatkan kinerja keuangan bank syariah. Oleh karena itu, disarankan agarBank Syariah Indonesia lebih meningkatkan manajemen risiko pembiayaan sertamengoptimalkan pemanfaatan modal untuk mendukung peningkatan profitabilitas secaraberkelanjutan
Copyrights © 2026