Perancangan hunian vertikal khususnya rumah susun sewa (rusunawa) seringkali belum memenuhi standar efisiensi energi yang dipersyaratkan, terutama terkait optimasi bukaan ventilasi sebagai media pencahayaan alami dan pengendalian beban panas termal selubung bangunan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat pencahayaan alami melalui bukaan ventilasi eksisting dan menghitung nilai Overall Thermal Transfer Value (OTTV) selubung bangunan pada Rusunawa Daan Mogot Unit A, Kalideres, Jakarta Barat, sebagai indikator efisiensi energi dalam kerangka penilaian Greenship GBCI. Penelitian menggunakan metode kuantitatif melalui simulasi perangkat lunak DIALux pada 884 ruang di 10 lantai dan perhitungan OTTV berdasarkan SNI 6389:2020, dengan pemodelan tiga dimensi menggunakan SketchUp sebagai dasar input. Objek penelitian adalah Rusunawa Unit A yang memiliki total 784 unit bukaan ventilasi jendela terdiri dari tiga tipe (Type 1: 135×150 cm, Type 2: 70×150 cm, Type 3: 260×150 cm) yang terdistribusi pada empat orientasi fasad. Hasil simulasi menunjukkan rata-rata pencahayaan alami sebesar 1.210,96 lux pada seluruh lantai 1 hingga 10, dengan 45,6% dari total 884 ruang aktif memperoleh cahaya alami ≥300 lux, seluruhnya telah memenuhi standar minimum 250 lux sesuai SNI 03-6575-2001 dan SNI 6197:2020. Namun demikian, nilai OTTV total bangunan diperoleh sebesar 47,257 W/m², melebihi batas SNI 6389:2020 (≤35 W/m²) dan Pergub DKI Jakarta No. 5 Tahun 2026 (≤45 W/m²), dengan komponen OTTV Solar sebagai penyumbang terbesar sebesar 55,9%. Sebagai rekomendasi, penggantian spesifikasi kaca menjadi kaca Low-Emissivity (Low-E) dengan Shading Coefficient SC ≤ 0,24 dan penerapan elemen peneduh horizontal pada orientasi Utara dan Selatan diperlukan untuk memenuhi standar efisiensi energi yang dipersyaratkan.
Copyrights © 2026