Semarang merupakan ibukota provinsi Jawa Tengah sekaligus salah satu kota pintar di Indonesia. Kriteria kota pintar yaitu pemanfaatan produk digital untuk mengelola wilayah, salah satunya penggunaan website sebagai media informasi untuk warga. Saat ini, masih muncul stereotip bahwa produk digital yang dimiliki pemerintah memiliki kualitas yang cenderung kurang baik dalam hal tampilan dan pengalaman penggunaan. Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian sebelumnya yang menganalisis produk digital lain milik pemerintah kota Semarang. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kualitas antarmuka pengguna dan pengalaman pengguna website pemerintah kota Semarang, menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, metode pengumpulan data observasi dan didukung dengan kuisioner serta menerapkan metode analisis isi dengan pendekatan Fitts Law. Pemilihan teori ini sesuai dengan karakteristik website yang menyajikan banyak konten khususnya tombol, tampilan, serta tata letak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa website pemerintah kota Semarang memenuhi kriteria prinsip-prinsip teori Fitts Law, sehingga menjadi salah satu produk digital yang menyajikan antarmuka dan pengalaman pengguna yang baik.
Copyrights © 2026