Penelitian ini dilatarbelakangi adanya fenomena rendahnya tingkat kemampuan mengelola emosi peserta didik yang fatherless. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: Gambaran kemampuan mengelola emosi sebelum diberikan konseling REBT dengan menggunakan teknik ABCD pada peserta didik fatherless; Gambaran kemampuan mengelola emosi sesudah diberikan konseling REBT dengan menggunakan teknik ABCD pada peserta didik fatherless; Gambaran efektivitas konseling REBT dengan menggunakan teknik ABCD dalam meningkatkan kemampuan mengelola emosi pada peserta didik fatherless. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian One Group Pretest and Posttest, sedangkan teknik pengambilan sampelnya dilakukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu angket, sedangkan untuk analisis data menggunakan interval persentase dan analisis uji-t. Hasil dari penelitian ini adalah Gambaran kemampuan mengelola emosi sebelum diberikan konseling REBT dengan menggunakan teknik ABCD pada peserta didik fatherless berada pada kategori kurang baik; Gambaran kemampuan mengelola emosi sesudah diberikan konseling REBT dengan menggunakan teknik ABCD pada peserta didik fatherless berada pada kategori sangat baik.
Copyrights © 2026