Kohesivitas kelompok berperan penting dalam mendukung komunikasi, kerja sama, dan keterlibatan anggota kelompok olahraga. Kegiatan ini bertujuan mendeskripsikan penerapan pelatihan team building berbasis experiential learning pada atlet Komunitas Vovinam Indonesia serta perubahan kohesivitas kelompok setelah intervensi. Evaluasi dilakukan menggunakan desain satu kelompok pre-test–post-test dengan analisis deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara kelompok, dan Group Environment Questionnaire (GEQ). Pengukuran awal melibatkan 31 atlet, sedangkan pengukuran akhir diikuti oleh 23 atlet. Intervensi terdiri atas empat sesi pelatihan atlet dan satu sesi psikoedukasi pelatih. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata kohesivitas dari 3,43 menjadi 3,61. Peningkatan terbesar terjadi pada dimensi Group Integration–Social, yaitu dari 3,20 menjadi 3,50. Hasil observasi dan refleksi juga menunjukkan interaksi yang lebih luas, komunikasi yang lebih terbuka, dan keterlibatan peserta yang lebih baik. Hasil evaluasi menunjukkan kecenderungan perubahan positif pada skor kohesivitas kelompok, meskipun penguatan lanjutan tetap diperlukan.
Copyrights © 2026