Clay mask merupakan kosmetika berbahan dasar kaolin dan bentonite yang dapat menyerap kotoran dan kelebihan minyak di kulit, sedangkan daun manga kasturi memiliki aktivitas antioksidan yang dapat digunakan sebagai perawatan kulit. Konsentrasi dari kaolin dan bentonit yang dapat berpengaruh terhadap karakteristik sediaan clay mask. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula manakah yang menghasilkan sediaan clay mask etanol 96% daun manga kasturi (Mangifera casturi Kosterm) yang paling optimal berdasarkan variasi dengan memvariasikan konsentrasi kaolin dan bentonite dalam formula sediaan F1 (50:2), F2 (49:2,5), F3 (48:3), F4 (47:3,5), F5 (46:4), F6 (45:4,5). Masker dibuat dengan variasi konsentrasi kaolin dan bentonite. Pengujian sediaan meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya lekat, daya sebar, waktu mongering, viskositas, dan stabilitas. Karakteristik sediaan clay mask ekstrak etanol 96% daun mangga kasturi (Mangifera casturi Kosterm) dengan variasi konsentrasi kaolin dan bentonit pada F1 sampai F6 bberdasarkan uji organoleptis berwarna hijau muda, konsistensi F1, F2, F5 kental, F3, F4 dan F6 sangat kental, berbau khas lavender dan sediaan homogen, nilai dengan rentah pH 5,85-6,42, viskositas berkisaran 8000-119.113 cPs, daya sebar berkisaran 4,5-7,4 cm, dan daya lekat nilai berkisaran 1,21-3,27, waktu mengering nilai berkisaran 19.24-23.11 menit. Formula 3 dengan konsentrasi kaolin 48% dan bentonit 3% merupakan formula optimum karena menunjukkan karakteristik fisik yang memenuhi persyaratan dan stabil pada pengujian sebelum dan setelah cycling test
Copyrights © 2026