Pelaksanaan Project Based Learning mengenai ketahanan keluarga dalam menghadapi tekanan ekonomi dan sosial pascapandemi di RT 009/RW 007 Kelurahan Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kegiatan dilakukan melalui pendekatan edukatif dan pendampingan melalui kunjungan rumah dengan menggunakan kuesioner, observasi, wawancara singkat, serta pre-test dan post-test. Hasil lapangan menunjukan bahwa 83,3% dari 15 keluarga responden masih mengalami penurunan pendapatan dibandingkan masa sebelum pandemi, sedangkan 13 keluarga merasakan tekanan ekonomi pada tingkat besar hingga sangat besar. Evaluasi edukatif pada 8 peserta juga memperlihatkan kenaikan tingkat ketepatan jawaban dari 72,5% pada pre-test menjadi 100,0% pada post-test, dengan rata-rata skor meningkat dari 3,62 menjadi 5,00. Tekanan ekonomi terbukti tidak hanya mempengaruhi daya beli, tetapi juga berdampak pada komunikasi keluarga, waktu bersamaan, dan kondisi psikologis anggota rumah tangga. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan ketahanan keluarga perlu dilakukan secara menyeluruh melalui manajemen keuangan, dukungan sosial, komunikasi yang sehat, dan strategi adaptasi yang realistis.
Copyrights © 2026