Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ACADEMIC RESILIENCE SEBAGAI PREDIKTOR STUDENT ENGAGEMENT PADA MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK Salwa Athira; Elmanora; Uswatun Hasanah
Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional
Publisher : LPPM, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPTV.8.1.12

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh academic resilience terhadap student engagement pada mahasiswa Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta. Academic resilience merujuk pada kemampuan mahasiswa untuk menghadapi dan mengatasi tantangan akademik, sedangkan student engagement menggambarkan keterlibatan kognitif, afektif, dan perilaku mahasiswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini melibatkan 400 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling berdasarkan kelompok program studi. Pengumpulan data dilakukan secara daring melalui kuesioner Google Form yang mencakup karakteristik responden, instrumen academic resilience, dan student engagement. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa academic resilience berpengaruh signifikan terhadap student engagement pada mahasiswa Fakultas Teknik. Temuan ini mengindikasikan bahwa mahasiswa dengan ketahanan akademik yang lebih tinggi cenderung memiliki tingkat keterlibatan belajar yang lebih baik. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,431 menunjukkan bahwa academic resilience berkontribusi sebesar 43,1% terhadap variasi student engagement, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Secara keseluruhan, hasil penelitian menegaskan pentingnya penguatan ketahanan akademik sebagai strategi untuk meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran pada pendidikan tinggi teknik. Abstract: This study aims to examine the influence of academic resilience on student engagement among students of the Faculty of Engineering at Universitas Negeri Jakarta. Academic resilience refers to students’ ability to face and overcome academic challenges, while student engagement describes their cognitive, affective, and behavioral involvement in the learning process. The study involved 400 students selected using a cluster sampling technique based on study programs. Data were collected online through a Google Form questionnaire consisting of respondent characteristics, academic resilience instruments, and student engagement measures. Data were analyzed using descriptive statistics and simple linear regression. The findings indicate that academic resilience has a significant influence on student engagement among engineering students. This result suggests that students with higher levels of academic resilience tend to demonstrate better engagement in learning activities. The coefficient of determination (R Square) of 0.431 indicates that academic resilience contributes 43.1% to the variation in student engagement, while the remaining percentage is influenced by other factors outside this study. Overall, the findings emphasize the importance of strengthening academic resilience as a strategy to enhance student engagement in engineering higher education settings.
Penguatan Ketahanan Keluarga Pasca pandemi Melalui Edukasi Kunjungan Rumah dalam Menghadapi Tekanan Ekonomi dan Sosial Dewa Alfarizi Ananda; Annisa Fitriyani; Amaliya Ilmi Rochmah; Vincen Putra Batara Rachmat; Uswatun Hasanah
Eastasouth Journal of Impactive Community Services Vol 4 No 03 (2026): Eastasouth Journal of Impactive Community Services (EJIMCS)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/ejimcs.v4i03.614

Abstract

Pelaksanaan Project Based Learning mengenai ketahanan keluarga dalam menghadapi tekanan ekonomi dan sosial pascapandemi di RT 009/RW 007 Kelurahan Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kegiatan dilakukan melalui pendekatan edukatif dan pendampingan melalui kunjungan rumah dengan menggunakan kuesioner, observasi, wawancara singkat, serta pre-test dan post-test. Hasil lapangan menunjukan bahwa 83,3% dari 15 keluarga responden masih mengalami penurunan pendapatan dibandingkan masa sebelum pandemi, sedangkan 13 keluarga merasakan tekanan ekonomi pada tingkat besar hingga sangat besar. Evaluasi edukatif pada 8 peserta juga memperlihatkan kenaikan tingkat ketepatan jawaban dari 72,5% pada pre-test menjadi 100,0% pada post-test, dengan rata-rata skor meningkat dari 3,62 menjadi 5,00. Tekanan ekonomi terbukti tidak hanya mempengaruhi daya beli, tetapi juga berdampak pada komunikasi keluarga, waktu bersamaan, dan kondisi psikologis anggota rumah tangga. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan ketahanan keluarga perlu dilakukan secara menyeluruh melalui manajemen keuangan, dukungan sosial, komunikasi yang sehat, dan strategi adaptasi yang realistis.