Penelitian ini mengkaji implementasi pembelajaran Al-Qur'an dan program tahfiz di sekolah, dengan fokus pada metode pembelajaran, integrasi teknologi, kendala, dan strategi motivasi di era digital. Penelitian kualitatif ini menggunakan wawancara mendalam dengan tiga kategori informan: siswa, guru tahfiz, dan guru mata pelajaran Al-Qur'an. Temuan mengungkapkan bahwa pembelajaran di kelas dilaksanakan secara konvensional menggunakan mushaf Al-Qur'an tanpa media digital, dengan siswa menunjukkan preferensi terhadap pembelajaran langsung karena dianggap lebih mudah dipahami. Program tahfiz dilaksanakan sebagai kegiatan ekstrakurikuler dengan setoran hafalan wajib setiap hari Jumat, menargetkan Juz 30 dengan minimal lima ayat per surat. Pemanfaatan teknologi digital masih terbatas pada aplikasi Al-Qur'an digital dan video tajwid, sementara murajaah masih mengandalkan pencatatan manual. Kendala utama meliputi keterbatasan guru dan perbedaan kemampuan siswa. Strategi motivasi yang diusulkan menekankan pendalaman pemahaman makna Al-Qur'an. Penelitian ini merekomendasikan optimalisasi integrasi teknologi digital dan penguatan kapasitas guru untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran Al-Qur'an di era digital.
Copyrights © 2026