Penelitian ini membahas integrasi konstruktivisme dan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan pengembangan pembelajaran Bahasa Indonesia dalam konteks pendidikan nasional. Tantangan globalisasi menuntut pendidikan untuk tidak hanya menghasilkan peserta didik yang kompeten secara akademik, tetapi juga berkarakter sesuai jati diri bangsa. Melalui studi kepustakaan, penelitian ini menelaah konsep konstruktivisme sebagai pendekatan pedagogis yang menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam membangun pengetahuan, serta meninjau Pancasila sebagai dasar filosofis yang memberikan arah moral, etika, dan identitas kebangsaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kedua landasan tersebut menghasilkan model pembelajaran Bahasa Indonesia yang bersifat dialogis, kolaboratif, dan kontekstual, sehingga mampu mengembangkan kompetensi berbahasa sekaligus menanamkan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. Praktik pembelajaran seperti diskusi, membaca kritis, menulis argumentatif, dan proyek kolaboratif terbukti relevan untuk menginternalisasi nilai Pancasila melalui aktivitas berbahasa yang bermakna. Dengan demikian, pembelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya menjadi sarana penguasaan keterampilan literasi, tetapi juga wahana pembentukan karakter peserta didik sebagai Pelajar Pancasila. Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan model pembelajaran yang memadukan konstruktivisme dan nilai-nilai Pancasila secara sistematis sebagai acuan bagi pendidik dalam mewujudkan pembelajaran yang holistik, transformatif, dan berkepribadian Indonesia.
Copyrights © 2025