Teori Pembelajaran Sosial yang dikembangkan oleh Albert Bandura merupakan salah satu fondasi penting dalam memahami mekanisme belajar manusia modern. Berbeda dari pendekatan behaviorisme yang menekankan stimulus–respons, teori Bandura menegaskan bahwa belajar terjadi melalui interaksi antara faktor personal, perilaku, dan lingkungan, terutama melalui proses pengamatan (observational learning). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi teoretis Bandura dalam pengembangan teori pembelajaran serta menjelaskan implikasinya bagi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah karya-karya primer Bandura, penelitian empiris, dan literatur ilmiah terkait konsep modeling, vicarious reinforcement, reciprocal determinism, dan self-efficacy. Analisis isi digunakan untuk mengidentifikasi relevansi konsep-konsep tersebut dalam konteks pembelajaran IPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori Bandura memberikan landasan yang kuat bagi pengembangan strategi pembelajaran IPS yang humanistik, partisipatif, dan berpusat pada peserta didik. Proses observasi, keteladanan guru, penggunaan media sebagai model simbolik, serta penguatan efikasi diri terbukti berperan penting dalam membentuk pemahaman dan karakter sosial siswa. Selain itu, penerapan simulasi, cooperative learning, dan proyek sosial mampu memperkuat proses internalisasi nilai dan keterampilan sosial. Dengan demikian, teori pembelajaran sosial Bandura tidak hanya relevan sebagai kerangka teoretis, tetapi juga memiliki implikasi praktis yang signifikan bagi inovasi pedagogis dalam pembelajaran IPS.
Copyrights © 2025