Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat minat baca pemelajar BIPA level A1 di Manila Science High School, Filipina, terhadap pemanfaatan teks deskriptif makanan tradisional rendang, sekaligus mendeskripsikan efektivitas materi tersebut sebagai upaya konservasi budaya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat baca dan kesulitan kognitif pemelajar BIPA level A1 di Filipina yang memiliki tantangan literasi struktural. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan populasi 68 pemelajar. Data dikumpulkan menggunakan angket skala likert berisi 5 butir pertanyaan yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa tingkat minat baca pemelajar berada pada kategori “Sangat Tinggi” dengan rata-rata kumulatif 4.62 dari skala 5.00. Secara rinci, butir tentang ketertarikan pada konten kuliner (S2, mean = 4.66) dan motivasi lanjutan (S3, mean = 4.65) mencatat skor tertinggi, membuktikan bahwa kuliner berfungsi sebagai stimulus efektif untuk mengatasi hambatan afektif pemula. Temuan paling signifikan (novelty) adalah tingginya respons pada butir kesadaran konservasi budaya (S5, mean = 4.59). Hasil ini menyimpulkan bahwa penggunaan teks deskriptif makanan tradisional rendang dinilai efektif sebagai solusi pedagogis untuk meningkatkan literasi dasar pada BIPA level A1, sekaligus menjadi instrumen strategis dalam penanaman kesadaran diplomasi dan konservasi budaya Indonesia.
Copyrights © 2026