This study discusses the problem of students' dependence on gadgets in Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Mojokerto City and the strategies applied to create an effective digital madrasah environment. The main focus of this study is how excessive use of gadgets impacts students' concentration, motivation, and social interaction in the classroom, and how teachers try to overcome these challenges. This research uses a qualitative approach with a case study design, involving in-depth interviews with teachers as well as direct observation in the classroom. The results show that even though the policy of restricting gadgets has been implemented, students still show high dependency that interferes with the teaching and learning process. This condition not only affects academic achievement, but also reduces student involvement in discussions and group work. These findings confirm that the management of inappropriate use of technology can undermine meaningful learning. Therefore, the proposed strategy includes strengthening digital literacy, developing a balance-based learning approach between technology and social interaction, and collaboration between schools, teachers, and parents. This research makes an important contribution in designing technology-based education policies that not only focus on access to information, but also pay attention to the psychological health and character development of students. ABSTRAK Penelitian ini membahas permasalahan ketergantungan siswa terhadap gadget di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Mojokerto serta strategi yang diterapkan untuk menciptakan lingkungan madrasah digital yang efektif. Fokus utama kajian ini adalah bagaimana penggunaan gadget yang berlebihan berdampak pada konsentrasi, motivasi, serta interaksi sosial siswa di kelas, dan bagaimana guru berupaya mengatasi tantangan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan wawancara mendalam dengan guru serta observasi langsung di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kebijakan pembatasan gadget telah diterapkan, siswa masih menunjukkan ketergantungan tinggi yang mengganggu proses belajar mengajar. Kondisi tersebut tidak hanya mempengaruhi capaian akademik, tetapi juga mengurangi keterlibatan siswa dalam diskusi dan kerja kelompok. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan penggunaan teknologi yang tidak tepat dapat melemahkan pembelajaran yang bermakna. Oleh karena itu, strategi yang diusulkan mencakup penguatan literasi digital, pengembangan pendekatan pembelajaran berbasis keseimbangan antara teknologi dan interaksi sosial, serta kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam merancang kebijakan pendidikan berbasis teknologi yang tidak hanya fokus pada akses informasi, tetapi juga memperhatikan kesehatan psikologis dan perkembangan karakter siswa.
Copyrights © 2026