Melonjaknya jumlah investor pasar modal di Indonesia yang didominasi Generasi Z ternyata belum diimbangi kematangan dalam mengambil keputusan berinvestasi, khususnya pada saham Initial Public Offering (IPO) yang minim rekam jejak historis dan sarat risiko, sehingga penelitian ini disusun untuk mengkaji sejauh mana persepsi risiko dan persepsi kemudahan penggunaan aplikasi Stockbit memengaruhi keputusan Generasi Z dalam membeli saham IPO, dengan literasi keuangan diposisikan sebagai variabel yang memperkuat atau memperlemah hubungan tersebut. Riset ini mengadopsi desain kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden Generasi Z pengguna Stockbit yang pernah atau sedang berinvestasi saham, dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan pengolahan data mengandalkan pendekatan Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS) yang mencakup pengujian outer model, inner model, hingga prosedur bootstrapping. Hasil menunjukkan bahwa persepsi risiko memberikan pengaruh negatif yang signifikan terhadap keputusan investasi saham IPO, sementara persepsi kemudahan penggunaan justru berdampak positif dan signifikan, dengan kemampuan model dalam menerangkan variasi keputusan investasi tergolong tinggi tercermin dari nilai R-Square sebesar 0,806 atau setara 80,6%, dan literasi keuangan terbukti berperan sebagai moderator yang memperkuat hubungan antara persepsi risiko maupun persepsi kemudahan terhadap keputusan investasi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa keputusan Generasi Z dalam berinvestasi pada saham IPO tidak semata dipengaruhi oleh cara pandang mereka terhadap risiko dan kepraktisan teknologi, melainkan juga oleh sejauh mana mereka mampu mencerna informasi keuangan, sehingga pengembangan platform investasi digital idealnya berjalan beriringan dengan penguatan literasi keuangan agar investor muda dapat membuat keputusan yang lebih rasional dan berbasis pemahaman yang memadai.
Copyrights © 2026