Tanaman padi merupakan komoditas pangan utama di Indonesia, namun produksi padi dipengaruhi oleh serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) atau disebut juga Hama dan Penyakit Tanaman (HPT) padi. Di BPP Kecamatan Cibarusah, keterbatasan jumlah Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) serta kesulitan petani dalam mengenali gejala awal serangan OPT menyebabkan proses diagnosis belum dapat dilakukan secara cepat, penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pakar diagnosis hama dan penyakit tanaman padi berbasis website menggunakan metode teorema bayes untuk membantu diagnosis awal berdasarkan gejala yang dipilih, pengembangan sistem dilakukan menggunakan metode Rapid Application Development (RAD), sedangkan basis pengetahuan diperoleh melalui Observasi, Wawancara dengan POPT Kecamatan Cibarusah dan POPT Penyelia BBPOPT, serta studi literatur. Sistem mengimplementasikan metode teorema bayes dengan nilai bobot yang ditentukan berdasarkan expert judgement untuk menghitung probabilitas setiap jenis OPT. Hasil penelitian menghasilkan sistem pakar yang mampu mendiagnosis lima jenis OPT berdasarkan 22 gejala serta memberikan rekomendasi penanganan sesuai hasil diagnosis. Validasi dilakukan dengan membandingkan hasil diagnosis sistem terhadap diagnosis pakar menggunakan 30 kasus oleh POPT Kecamatan Cibarusah dan 31 kasus oleh POPT Penyelia BBPOPT. Seluruh hasil diagnosis sistem sesuai dengan hasil diagnosis pakar sehingga diperoleh tingkat kesesuian sebesar 100%. Hasil tersebut menunjukan bahwa sistem pakar yang dikembangkan mampu memberikan diagnosis yang konsisten dengan pengetahuan pakar dan layak digunakan sebagai alat bantu konsultasi OPT tanaman padi untuk memperoleh diagnosis awal.
Copyrights © 2026