Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan dan lingkungan kerja non-fisik terhadap kinerja karyawan Hotel Sheraton, serta mengidentifikasi variabel dominan di antara keduanya. Penelitian dilatarbelakangi oleh fenomena pemulihan pariwisata di Lombok yang berdampak pada peningkatan tekanan operasional hotel, keterbatasan tenaga kerja, serta tuntutan pelayanan yang tinggi, sehingga kinerja karyawan menjadi faktor krusial dalam menjaga kepuasan tamu dan daya saing hotel. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis asosiatif kausal. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan Hotel Sheraton sebanyak 158 orang, dengan sampel sebanyak 61 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling dan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner skala Likert 1-5, observasi, dan studi pustaka. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS, setelah melalui uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (β = 0,587; p = 0,000) dengan kontribusi dominan, lingkungan kerja non-fisik juga berpengaruh positif dan signifikan (β = 0,380; p = 0,002), dan secara simultan kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (F = 53,421; p = 0,000) dengan kontribusi sebesar 64,8% (R² = 0,648). Manajemen Hotel Sheraton disarankan mengadakan pelatihan kepemimpinan berkala, membangun komunikasi internal terbuka, serta mengombinasikan perbaikan kepemimpinan dengan penguatan iklim kerja non-fisik secara simultan untuk mengoptimalkan kinerja karyawan di tengah tekanan operasional yang tinggi.
Copyrights © 2026