Program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) merupakan langkah strategis pemerintah melalui BKKBN untuk memberdayakan ekonomi keluarga prasejahtera. Namun, pascapandemi COVID-19 dan adanya pemekaran wilayah, aktivitas kelompok UPPKA di tingkat desa mengalami penurunan signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program UPPKA di Desa Tegal Arum, Kabupaten Tebo, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya menggunakan model implementasi Van Meter dan Van Horn. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap informan yang dipilih secara purposive sampling, meliputi Petugas Lapangan KB (PLKB) Kecamatan, Kepala Desa, pengelola program, serta masyarakat penerima manfaat. Analisis data menggunakan teknik Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program UPPKA di Desa Tegal Arum belum berjalan optimal. Dari tiga kelompok yang dibentuk semula, saat ini hanya tersisa satu kelompok (Mekar Sari) yang masih aktif memproduksi kerajinan piring lidi.
Copyrights © 2026