Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Work Life Balance dan Person Job Fit terhadap kinerja pegawai di Kantor Bupati Gowa, baik secara parsial maupun simultan. Kinerja pegawai pada instansi pemerintah daerah sering dipengaruhi oleh kemampuan pegawai dalam menyeimbangkan tuntutan pekerjaan dan kehidupan pribadi, serta sejauh mana kompetensi yang dimiliki sesuai dengan tuntutan pekerjaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif kausal. Populasi penelitian berjumlah 316 pegawai, dengan sampel sebanyak 76 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin pada tingkat kesalahan 10% dan dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan observasi langsung, yang mencakup data primer dan data sekunder. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 29, yang didahului dengan uji validitas, uji reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item kuesioner dinyatakan valid dan reliabel, serta model regresi telah memenuhi asumsi normalitas, tidak terjadi multikolinearitas, dan tidak terjadi heteroskedastisitas. Work Life Balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (t = 8,065; sig. < 0,001), begitu pula Person Job Fit yang berpengaruh positif dan signifikan (t = 2,135; sig. = 0,036). Secara simultan, kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (F = 84,833; sig. < 0,001) dengan kontribusi sebesar 69,9% (R² = 0,699). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan keseimbangan kehidupan kerja dan kesesuaian antara pegawai dengan pekerjaannya dapat secara nyata meningkatkan kinerja pegawai pada instansi pemerintah daerah seperti Kantor Bupati Gowa.
Copyrights © 2026