Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Monday effect, Tuesday effect, dan Friday effect terhadap return saham dan volume perdagangan sektor energi di Bursa Efek Indonesia. Pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto diterapkan terhadap emiten sektor energi yang dipilih melalui purposive sampling, menghasilkan data panel dari seluruh hari perdagangan selama periode pengamatan. Variabel dummy hari perdagangan digunakan dengan hari Rabu dan Kamis sebagai baseline untuk menghindari dummy variable trap. Common Effect Model dipilih berdasarkan Uji Chow, Uji Lagrange Multiplier, dan Uji Hausman sebagai spesifikasi yang paling sesuai untuk kedua model regresi data panel. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Monday effect dan Friday effect berpengaruh positif dan signifikan pada taraf signifikansi sepuluh persen, sedangkan Tuesday effect berpengaruh positif dan signifikan pada taraf satu persen terhadap return saham. Seluruh efek hari perdagangan tidak berpengaruh signifikan terhadap volume perdagangan. Temuan ini mengindikasikan bahwa pasar sektor energi Bursa Efek Indonesia belum sepenuhnya efisien dalam bentuk lemah (weak-form efficient), dengan Tuesday effect sebagai anomali terkuat yang dapat dijelaskan melalui mekanisme information lag akibat perbedaan zona waktu antara pasar Indonesia dengan pusat informasi komoditas global.
Copyrights © 2026