Penelitian ini bertujuan untuk menelaah konsolidasi politik gerakan buruh di Kabupaten Bekasi pada penyelenggaraan Pemilu 2024. Adapun penelitian ini menawarkan sudut pandang baru dengan menggunakan pendekatan geografi tenaga kerja yang dikemukakan oleh Andrew Herod untuk menganalisis politik perburuhan di Indonesia. Konsentrasi geografis kawasan industri menjadi faktor penting yang membentuk pola interaksi sosial, solidaritas gerakan, dan kemampuan mobilisasi gerakan buruh. Pendekatan ini memposisikan buruh sebagai agen aktif yang turut serta berperan dalam menciptakan geografis mereka sendiri dengan tujuan untuk memenuhi kepentingan ekonomi dan politik mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis studi kasus Gerakan Buruh di Kabupaten Bekasi dalam konteks Pemilu 2024. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci dari anggota serikat buruh dan Partai Buruh, serta melalui data sekunder seperti dokumen dan literatur terkait. Temuan studi ini menunjukkan bahwa gerakan buruh di Kabupaten Bekasi berhasil memanfaatkan aspek spasial dan lanskap politik yang telah terbentuk sedemikian rupa untuk memengaruhi konsolidasi politik elektoral. Meskipun demikian terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi oleh gerakan buruh dalam melakukan konsolidasi politik, terutama yang berkaitan untuk tujuan politik elektoral. Kata kunci: Geografi Tenaga Kerja, Konsolidasi Politik, Gerakan Buruh
Copyrights © 2025