Higiene dan sanitasi pangan berperan penting menjamin keamanan pangan dan mencegah keracunan makanan. Kurangnya kebersihan diri dan penggunaan APD yang tidak sesuai standar menyebabkan risiko kontaminasi pangan akibat rendahnya penerapan higiene sanitasi. Peneliti menggunakan media berbasis website Articulate Storyline "FOSALING" untuk meningkatkan perilaku penjamah makanan melalui penyuluhan. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas media tersebut di Rumah Makan X dan Y. Peneliti menerapkan desain Non-Equivalent Control Group dengan pre-test dan post-test. Penelitian ini berjumlah 60 responden dengan teknik total sampling, lalu membagi mereka menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Analisis data menggunakan uji Shapiro-Wilk, Wilcoxon, dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan, sikap, dan praktik yang lebih tinggi dibanding metode ceramah. Hasil uji menunjukkan perbedaan signifikan sebelum dan sesudah intervensi antara kedua kelompok dengan (p-value < 0,001). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media "FOSALING" lebih efektif dibanding metode ceramah dalam meningkatkan perilaku higiene dan sanitasi pangan
Copyrights © 2026