Literasi : Jurnal Ilmu Pendidikan
Vol. 17 No. 2 (2026)

Teori Belajar Konstruktivisme dalam Perspektif Al-Qur'an: Analisis Komparatif dan Implikasinya terhadap Pendidikan Islam

Maslani (Pascasarjana Pendidikan Agama Islam, UIN Sunan Gunung Djati, Indonesia)
Rifdaa Aulia (Pascasarjana Pendidikan Agama Islam, UIN Sunan Gunung Djati, Indonesia)
Haedarullah (Pascasarjana Pendidikan Agama Islam, UIN Sunan Gunung Djati, Indonesia)
Munazzah Hurun Ainun (Pascasarjana Pendidikan Agama Islam, UIN Sunan Gunung Djati, Indonesia)
Silma Mazia Effendi (Pascasarjana Pendidikan Agama Islam, UIN Sunan Gunung Djati, Indonesia)



Article Info

Publish Date
29 Jul 2026

Abstract

Penelitian ini mengkaji integrasi antara teori belajar konstruktivisme dan nilai-nilai pembelajaran dalam Al-Qur’an serta implikasinya terhadap pengembangan pendidikan Islam. Kajian ini penting dilakukan karena teori konstruktivisme dan epistemologi Qur’ani sering dipandang berasal dari landasan yang berbeda, padahal keduanya memiliki kesamaan dalam menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam proses memperoleh dan membangun pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persamaan, perbedaan, serta peluang integrasi antara teori konstruktivisme dengan nilai-nilai pembelajaran dalam Al-Qur’an. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) dan pendekatan filosofis-pedagogis. Sumber data utama diperoleh dari ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan proses berpikir, penalaran, dan pembelajaran, serta teori konstruktivisme yang dikembangkan oleh Jean Piaget dan Lev Vygotsky. Data pendukung diperoleh dari berbagai buku, artikel, dan jurnal ilmiah yang relevan dengan pendidikan Islam dan teori pembelajaran modern. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi dan analisis komparatif untuk menemukan titik temu dan perbedaan konseptual antara keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruktivisme dan nilai-nilai pembelajaran dalam Al-Qur’an sama-sama menekankan pembelajaran aktif, kemampuan berpikir kritis, refleksi, serta interaksi sosial melalui konsep tadabbur, tafakkur, dan ta‘qil. Namun, perbedaan mendasar terletak pada sumber kebenaran, yaitu pengalaman dan interaksi sosial dalam konstruktivisme, sedangkan Al-Qur’an menempatkan wahyu sebagai sumber kebenaran utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa prinsip konstruktivisme dapat diintegrasikan dengan nilai-nilai Qur’ani untuk mendukung pengembangan pendidikan Islam yang holistik, sehingga mampu menyeimbangkan aspek intelektual, spiritual, moral, dan pembentukan karakter peserta didik.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

LITERASI

Publisher

Subject

Education

Description

Focus and scope; Educational curriculum studies Subject matter studies Instructional media and educational aid Instructional methods and strategies Techer competence Psyco-socioanthropology studies Educational system managemant Educational character, gender and ...