IKM Rumah Batik berdiri sejak tahun 2015, yang membuat batik khas Jakarta seperti ondel-ondel, Monas dan ikon Jakarta lainnya. IKM Rumah Batik masih menggunakan remazol sebagai pewarna dalam pembuatan batik dan menggunakan IPAL sederhana, yakni filter elektrolisis yang ditambah tawas dan kaporit. Proses pewarnaan batik menghasilkan limbah cair yang berpotensi mencemari lingkungan. Penggunaan bahan kimia sintetis dalam pewarnaan batik juga menjadi isu utama dalam keberlanjutan industri batik. Untuk mendorong IKM batik agar lebih berwawasan lingkungan dan berkelanjutan, perlu dilakukan edukasi dan pendampingan terkait penerapan praktik ramah lingkungan, seperti penggunaan pewarna alami serta pengolahan limbah skala kecil dengan proses elektrokoagulasi yang minim penggunaan bahan kimia. Telah dilakukan pengujian BOD dan COD pada limbah cair batik dan diperoleh nilai yang masih di atas ambang batas apabila dibandingkan dengan baku mutu limbah tekstil Permen LH No. 5 Tahun 2014: BOD ≤ 60 mg/L, COD ≤ 150 mg/L. Telah dilakukan penyuluhan teknis terkait solusi yang bisa diterapkan dan rekomendasi yang bisa dilakukan. Terkait pewarna alami, sudah dilakukan edukasi dengan memaparkan hasil penelitian dan PkM yang sudah ada.
Copyrights © 2026