Interaksionisme simbolik adalah salah satu sudut pandang dalam sosiologi yang menekankan pentingnya makna, simbol, dan interaksi sosial dalam proses pembentukan identitas sosial seseorang. Sudut pandang ini beranggapan bahwa identitas tidak muncul secara otomatis sejak kelahiran, melainkan melalui perkembangan yang terjadi akibat keberlanjutan interaksi di sekitar lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep interaksionisme simbolik, terutama dalam pemikiran George Herbert Mead, serta signifikan peranannya dalam pembentukan identitas sosial individu. Metode penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam kepada dua narasumber guna menggali pengalaman subjektif mereka terkait interaksi sosial, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di dalam platform media sosial. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan pendekatan analisis tematik dan diinterpretasikan berdasarkan kerangka teori interaksionisme simbolik. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan identitas sosial dipengaruhi oleh proses penafsiran simbol, kemampuan untuk mengambil peran orang lain, serta interaksi antara elemen βIβ dan βMeβ dalam diri seseorang. Penelitian ini mengungkapkan bahwa identitas bersifat fleksibel dan selalu berkembang seiring dengan perubahan dalam lingkungan sosial dan pengalaman interaksi individu.
Copyrights © 2026