Aktivitas organisasi mahasiswa merupakan salah satu bentuk keterlibatan aktif mahasiswa dalam pengembangan diri di lingkungan perguruan tinggi. Keikutsertaan dalam organisasi kemahasiswaan diyakini mampu mengembangkan berbagai kemampuan nonakademik, namun di sisi lain juga menuntut kemampuan pengelolaan waktu agar tidak mengganggu kewajiban akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa Universitas Djuanda mengenai keaktifan berorganisasi serta dampaknya terhadap pengelolaan waktu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap mahasiswa Universitas Djuanda yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan, baik intra maupun ekstra kampus, dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memandang keaktifan berorganisasi sebagai sarana pengembangan diri dan media pembelajaran nonformal yang melengkapi proses akademik. Keaktifan organisasi berkontribusi terhadap peningkatan soft skills, khususnya kemampuan komunikasi, kerja sama, dan kepemimpinan. Namun, keaktifan tersebut juga menimbulkan tantangan dalam pengelolaan waktu, seperti kelelahan dan benturan jadwal dengan kegiatan akademik. Mahasiswa mengatasi tantangan tersebut melalui strategi manajemen waktu, penentuan prioritas, dan disiplin diri dengan menempatkan akademik sebagai prioritas utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dampak keaktifan berorganisasi terhadap pengelolaan waktu sangat dipengaruhi oleh persepsi dan kemampuan regulasi diri mahasiswa.
Copyrights © 2026