Pendidikan bahasa Inggris memainkan peran penting dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan komunikasi yang diperlukan untuk berpartisipasi aktif dalam pemberdayaan komunitas dan pengembangan literasi global. Di era globalisasi ini, mahasiswa sebagai agen perubahan sering kali menghadapi tantangan dalam mengakses informasi dan berkolaborasi lintas budaya, sehingga pendidikan bahasa Inggris yang efektif dapat menjadi jembatan untuk meningkatkan kesadaran sosial dan kemampuan advokasi. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana kurikulum bahasa Inggris di universitas dapat diintegrasikan dengan inisiatif pemberdayaan komunitas, seperti program pendidikan inklusif dan kampanye lingkungan, untuk membangun literasi global yang lebih luas. Melalui survei dan wawancara dengan mahasiswa, temuan menunjukkan bahwa keterampilan bahasa inggris tidak hanya meningkatkan kepercayaan diri, tetapi juga mendorong partisipasi dalam kegiatan sosial yang berdampak positif pada komunitas local dan internasional. Implikasinya meliputi kebutuhan reformasi kurikulum untuk menekankan aspek praktis literasi global, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Dengan demikian, artikel ini menekankan pentingnya pendidikan bahasa Inggris sebagai alat pemberdayaan bagi mahasiswa dalam konteks global yang semakin kompleks.
Copyrights © 2026