kesenjangan antara tujuan pendidikan dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dengan realitas tingginya pengangguran lulusan SMA/SMK. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya manajemen layanan bimbingan karir yang sistematis untuk meningkatkan mutu lulusan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan manajemen layanan bimbingan karir dalam meningkatkan mutu lulusan di SMX School of Maker. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi non-partisipan, wawancara terstruktur dengan kepala sekolah, mentor, dan coach, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi dengan teknik triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen layanan bimbingan karir di SMX dilaksanakan melalui perencanaan berbasis project menggunakan design thinking dan design sprint, pengorganisasian dengan struktur yang jelas dan kolaboratif, pelaksanaan bertahap melalui program project (mentality to mindset, product to brand, service to market), serta evaluasi rutin melalui presentasi, boot cell, dan Comma Fest. Implementasi manajemen tersebut mampu membentuk lulusan berakhlak, bermental kuat, memiliki mindset entrepreneur, serta memiliki produk dan portofolio nyata, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan mutu lulusan.
Copyrights © 2026