Tujuan Utama - Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana metrik informasi mengukur dampak pajak terhadap nilai bisnis sebagai faktor yang mempengaruhi hubungan tersebut di industri pertambangan.Metode - Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan Analisis Regresi Moderasi (MRA) dan 57 observasi data panel dikumpulkan menggunakan teknik purposive sampling. Pengujian dilakukan menggunakan model regresi interaksi untuk mengamati perubahan lambat dan stabil.Temuan Utama - Menurut penelitian, pajak penghindaran memiliki dampak positif dan signifikan terhadap nilai bisnis, sehingga pasar menggunakan strategi pajak pajak sebagai cara efisien untuk meningkatkan arus kas. Asimetri informasi memiliki dampak negatif tetapi tidak signifikan, menunjukkan bahwa informasi ke kebobrokan bukanlah faktor utama dalam pengambilan keputusan investor. Hal terpenting yang perlu diingat adalah bahwa asimetri informasi secara signifikan berdampak penghindaran pajak terhadap nilai bisnis meningkat ketika ke kebobrokan datan tersedia.Implikasi Teori dan Kebijakan - Temuan penelitian ini berkontribusi pada teori agensi dan sinyal dengan menunjukkan bahwa penghindaran pajak secara signifikan dipengaruhi oleh keadaan informasi bisnis. Secara praktis, bisnis harus meningkatkan transparansi untuk memastikan bahwa strategi penghindaran mereka tidak menciptakan risiko persepsi negatif di pasar.Kebaruan Penelitian - Temuan penelitian ini didasarkan pada penelitian empiris yang menunjukkan bahwa asimetri informasi berperan sebagai variabel moderasi yang meningkatkan dampak penghindaran pajak terhadap nilai bisnis sektor pertambangan Indonesia selama pandemi. Hal ini menunjukkan bahwa investor cenderung memandang praktik penghindaran pajak sebagai strategi jangka pendek yang efisien dalam konteks pasar dan keterbatasan transparansi informasi. Akibatnya, risiko jangka panjang yang terdapat dalam kebijakan tersebut tidak selalu menjadi pertimbangan dalam menentukan nilai perusahaan.
Copyrights © 2026