Aktivitas antropogenik di sekitar Danau Limboto telah memicu penurunan kualitas perairan dan status danau kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur komunitas plankton sebagai bioindikator kondisi ekologis terkini Danau Limboto. Pengambilan sampel air dilakukan secara purposive sampling menggunakan metode penyaringan horizontal dengan plankton net pada satu stasiun pengamatan (koordinat 0.597094 LU dan 123.005491 BT). Identifikasi kuantitatif menerapkan teknik pencacahan zigzag di dalam bilik hitung Sedgwick-Rafter Counting Chamber (SRC) di bawah mikroskop digital perbesaran 100×. Hasil pemindaian pada 120 kotak grid, yang teridentifikasi jelas menunjukkan keberadaan 43 taksa (genus) fitoplankton dari 3 kelas dengan total kelimpahan 111 individu. Kelas Bacillariophyceae (diatom) menampung kekayaan taksa tertinggi yaitu sebanyak 16 genus yang didominasi oleh Aulacoseira, mencerminkan karakteristik hidrologi danau yang dinamis, dangkal, dan bersirkulasi aktif. Sebaliknya, secara kuantitas jumlah individu terbesar dikoleksi oleh kelas Cyanophyceae (alga biru-hijau) yang mencapai 38% dari total sampel (42 individu). Dominansi genus alga biru-hijau seperti Oscillatoria dan Lyngbya menjadi indikator biologis kuat terjadinya pengayaan unsur hara (eutrofikasi) akut akibat limbah domestik dan pertanian. Kesimpulan penelitian menunjukkan struktur komunitas fitoplankton Danau Limboto saat ini berada dalam status kritis terganggu dengan risiko tinggi terjadinya fenomena Harmful Algal Blooms (HABs). Penelitian lanjutan disarankan untuk mengukur volume air secara presisi guna menentukan nilai kelimpahan mutlak dan indeks keanekaragaman.
Copyrights © 2026