SBSN merupakan sumber pembiayaan defisit APBN. Namun, kontribusinya masih rendah dibanding Surat Utang Negara meskipun potensi pasar yang besar di dalam maupun luar negeri. Ketersediaan dan nilai dari underlying asset menjadi pertimbangan dalam penerbitannya. Underlying asset yang selama ini digunakan adalah Barang Milik Negara dalam bentuk tanah dan bangunan, proyek APBN dan jasa layanan haji yang mempunyai keterbatasan masing-masing. Semakin banyak SBSN yang diterbitkan, maka underlying asset yang tersedia semakin terbatas. Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan ekstensifikasi underlying asset sehingga dapat terus mendukung pengembangan SBSN. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan serta potensi ekstensifikasi underlying asset SBSN berdasarkan prinsip maqashid syariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus dengan wawancara mendalam kepada regulator maupun akademisi. Hasil penelitian menunjukkan ekstensifikasi underlying asset terbukti relevan dilakukan. BMN lain, serta komoditas seperti kekayaan laut, spektrum frekuensi, dan cadangan karbon juga memiliki potensi untuk dioptimalkan dalam penerbitan SBSN.
Copyrights © 2026