Penelitian ini menganalisis peran kepemimpinan berkelanjutan dan kemampuan hijau dalam meningkatkan kinerja keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pangan di Jawa Barat. Pendekatan penelitian kuantitatif digunakan dengan desain survei eksploratif. Data dikumpulkan dari 115 pemilik dan pengelola UMKM pangan melalui kuesioner terstruktur yang diukur menggunakan skala Likert lima poin. Data dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics versi 25 melalui statistik deskriptif, pengujian validitas dan reliabilitas, pengujian asumsi klasik, regresi linier berganda, uji t parsial, uji F simultan, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan berkelanjutan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keberlanjutan. Kemampuan hijau juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keberlanjutan. Secara simultan, kepemimpinan berkelanjutan dan kemampuan hijau secara signifikan mempengaruhi kinerja keberlanjutan, seperti yang ditunjukkan oleh nilai F sebesar 90,981 dan tingkat signifikansi di bawah 0,001. Model tersebut menjelaskan 61,7% varians dalam kinerja keberlanjutan, sedangkan sisanya 38,3% dijelaskan oleh variabel lain di luar model. Kemampuan hijau ditemukan memiliki pengaruh terkuat, menunjukkan bahwa pengetahuan lingkungan, inovasi hijau, pengelolaan sumber daya, dan praktik operasional yang bertanggung jawab terhadap lingkungan sangat penting untuk meningkatkan keberlanjutan UMKM. Studi ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan berkelanjutan dan kemampuan hijau merupakan sumber daya strategis yang saling melengkapi dan memperkuat kinerja ekonomi, lingkungan, dan sosial UMKM pangan di Jawa Barat.
Copyrights © 2026