Meningkatnya partisipasi investor muda di pasar modal Indonesia telah menciptakan kebutuhan untuk memahami faktor-faktor yang membentuk keputusan investasi mereka. Studi ini meneliti pengaruh literasi keuangan, persepsi risiko, dan paparan media sosial terhadap keputusan investasi di kalangan investor muda di Jakarta. Pendekatan kuantitatif eksploratif digunakan dengan data primer yang dikumpulkan dari 175 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Responden diharuskan berusia antara 18 dan 35 tahun, berdomisili di Jakarta, memiliki pengalaman investasi, dan aktif menggunakan media sosial. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur menggunakan skala Likert lima poin dan dianalisis dengan IBM SPSS Statistics Versi 25. Analisis meliputi statistik deskriptif, pengujian validitas dan reliabilitas, pengujian asumsi klasik, regresi linier berganda, koefisien determinasi, uji t, dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi, dengan koefisien standar sebesar 0,352 dan nilai signifikansi di bawah 0,001. Persepsi risiko juga memiliki pengaruh positif dan signifikan, dengan koefisien standar 0,291 dan nilai signifikansi di bawah 0,001. Paparan media sosial memiliki pengaruh positif terkuat, dengan koefisien standar 0,401 dan nilai signifikansi di bawah 0,001. Secara simultan, ketiga variabel independen tersebut secara signifikan memengaruhi keputusan investasi, dengan nilai F sebesar 99,821 dan nilai signifikansi di bawah 0,001. Model tersebut menjelaskan 63,7% variasi dalam keputusan investasi. Hasil ini menunjukkan bahwa perilaku investasi di kalangan investor muda dibentuk oleh pengetahuan keuangan, evaluasi risiko, dan paparan informasi keuangan digital. Studi ini menyoroti pentingnya meningkatkan pendidikan keuangan, memperkuat kesadaran risiko, dan mempromosikan penggunaan media sosial yang bertanggung jawab sebagai sumber informasi investasi.
Copyrights © 2026