Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepala sekolah dalam menumbuhkan budaya religius siswa di SDIT Cordova Pondok Aren, bentuk budaya religius yang diterapkan, serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua siswa yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala sekolah dilaksanakan melalui tiga pendekatan utama, yaitu pembiasaan, keteladanan, dan kemitraan dengan orang tua. Pembiasaan diwujudkan melalui kegiatan budaya 3S, salat dhuha, salat dzuhur berjamaah, tadarus Al Qur’an, infaq Jumat, puasa sunnah, dan Bina Pribadi Islami. Keteladanan tampak dari perilaku kepala sekolah dan guru sebagai uswatun hasanah bagi siswa. Kemitraan dilakukan melalui buku laporan ibadah dan komunikasi dengan orang tua agar pembinaan religius berlanjut di rumah. Faktor pendukung meliputi dukungan seluruh warga sekolah serta sarana prasarana yang memadai, sedangkan faktor penghambatnya adalah masih kurangnya kesadaran sebagian siswa dan pengawasan orang tua yang belum optimal. Temuan ini menegaskan pentingnya kepemimpinan sekolah dalam membangun budaya religius yang berkelanjutan. Strategi tersebut terbukti selaras dengan visi sekolah dan mampu membentuk kebiasaan religius yang tidak hanya berjalan di sekolah tetapi juga di lingkungan keluarga.
Copyrights © 2026