Manajemen pembelajaran merupakan faktor penentu dalam menjamin efektivitas stimulasi perkembangan anak usia dini pada masa golden age. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran manajemen pembelajaran yang meliputi fungsi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling) dalam mengembangkan hasil belajar anak usia dini di Kelompok Belajar Az-Zaidan Kedaung, Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data menerapkan model Miles dan Huberman, sedangkan keabsahan data diuji melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan dilaksanakan secara kolaboratif menghasilkan RPPH yang adaptif-fleksibel; (2) pengorganisasian diwujudkan melalui pembagian peran fungsional guru dan penataan lingkungan bermain yang aman; (3) pelaksanaan menerapkan pendekatan child-centered lewat metode bermain peran, bercerita, dan eksplorasi bahan alam; serta (4) pengawasan dilakukan berjenjang melalui supervisi kepala yayasan, refleksi harian, dan penilaian autentik (catatan anekdot, checklist, portofolio). Di antara keempat fungsi tersebut, perencanaan (planning) berperan sebagai titik ungkit (leverage point) yang menentukan kualitas pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Simpulan penelitian menegaskan bahwa implementasi manajemen pembelajaran berbasis POAC yang terstruktur berperan signifikan dalam mengembangkan enam dimensi hasil belajar anak usia dini secara holistik.
Copyrights © 2026