Penelitian ini menganalisis pengaruh kebijakan larangan ekspor bahan mentah terhadap neraca perdagangan Indonesia dalam kerangka hilirisasi industri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan. Data sekunder diperoleh dari laporan Badan Pusat Statistik, Bank Indonesia, Kementerian Perdagangan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, peraturan perundang-undangan, serta artikel jurnal yang relevan. Data dianalisis melalui pengelompokan informasi mengenai dasar kebijakan, perubahan struktur ekspor, manfaat ekonomi, dan tantangan penerapan. Hasil kajian menunjukkan bahwa larangan ekspor mendorong pengolahan mineral di dalam negeri, pembangunan fasilitas pemurnian, peningkatan investasi, dan pergeseran ekspor dari bijih mentah menuju produk olahan bernilai tambah. Dalam jangka pendek, kebijakan dapat menekan ekspor komoditas tertentu karena keterbatasan kapasitas pengolahan, kebutuhan modal, dan masa penyesuaian industri. Dalam jangka panjang, peningkatan ekspor produk olahan berpotensi memperkuat penerimaan devisa dan mendukung surplus perdagangan. Namun, pengaruh tersebut tidak berdiri sendiri karena neraca perdagangan juga dipengaruhi harga komoditas, permintaan global, impor barang modal, serta kondisi ekonomi dunia. Kebijakan perlu didukung infrastruktur, kepastian regulasi, pengawasan lingkungan, pengembangan tenaga kerja, dan penguatan keterkaitan industri domestik agar manfaat hilirisasi tersebar lebih merata, berkelanjutan, serta mendukung perekonomian nasional Indonesia secara keseluruhan.
Copyrights © 2026