Pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman anak mengenai peran sosial, termasuk pemahaman tentang gender. Namun, praktik pembelajaran di lembaga PAUD masih sering dipengaruhi oleh stereotip gender yang dapat membatasi perkembangan potensi anak. Oleh karena itu, guru perlu memiliki pemahaman dan keterampilan dalam mengimplementasikan pembelajaran yang sensitif gender. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan guru dalam mengimplementasikan nilai-nilai sensitivitas gender pada pembelajaran anak usia dini di TK Barokatul Ulum, Kabupaten Jember. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan tahapan identifikasi masalah, perencanaan program, pelatihan, diskusi reflektif, pendampingan, dan evaluasi. Peserta kegiatan berjumlah 8 orang guru yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, dokumentasi, serta pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman guru. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru mengenai konsep sensitivitas gender setelah mengikuti pelatihan dan pendampingan. Selain itu, terjadi perubahan pada praktik pembelajaran, seperti penggunaan media yang lebih inklusif dan pengurangan pembagian aktivitas berdasarkan stereotip gender. Dengan demikian, program pemberdayaan ini efektif dalam meningkatkan kapasitas guru untuk menerapkan pembelajaran yang sensitif gender pada pendidikan anak usia dini.
Copyrights © 2026