Penelitian ini menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka (KM) yang hadir sebagai solusi atas persoalan kurikulum lama yang terlalu padat konten dan teacher-centered. Meskipun KM menawarkan paradigma pembelajaran fleksibel, student-centered, dan berbasis karakter (P5 dan Berdiferensiasi), penerapannya menghadapi tantangan signifikan di tingkat guru pelaksana. Penelitian kualitatif deskriptif melalui Systematic Literature Review (SLR) jurnal-jurnal terkini (2023–2025) ini bertujuan mengidentifikasi problematika guru dan merumuskan strategi solusinya. Hasil penelitian menunjukkan tantangan utama guru meliputi kesulitan pemahaman konsep (diferensiasi dan P5), kendala teknis sarana prasarana, serta kurangnya dukungan eksternal. Solusi efektif yang dirumuskan adalah penguatan kompetensi melalui IHT dan Komunitas Belajar serta optimalisasi kolaborasi Tripusat Pendidikan. Implementasi solusi ini berdampak pada peningkatan inovasi guru dan kualitas pembelajaran siswa (misalnya, peningkatan keterlibatan dan kemampuan pemecahan masalah).
Copyrights © 2026