Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi minat siswa terhadap pembelajaran olahraga melalui penerapan model permainan tradisional sekaligus mendorong pelestarian warisan budaya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif sederhana (persentase respons angket). Subjek penelitian adalah siswa kelas IX-2 SMPN 12 Gorontalo (n = 30). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan angket (terbuka–tertutup), kemudian dianalisis dengan reduksi–penyajian–penarikan kesimpulan dan statistik deskriptif (persentase). Setelah penerapan permainan tradisional dalam pembelajaran, minat siswa terhadap pembelajaran penjas menunjukkan persentase sebagai berikut: tengge-tengge 76,60%, terompah 67,00%, tenggedi bu’awu 60,00%, lompat tali 60,00%, dan kalari 63,64%. Ketertarikan siswa untuk memainkan model permainan tradisional yang telah dikembangkan mencapai: tengge-tengge 77,00%, tenggedi bu’awu 80,00%, terompah 83,33%, lompat tali 73,33%, dan kalari 92,86%. Secara komparatif terdapat kenaikan minat: 0,40% (tengge-tengge), 16,33% (terompah), 20,00% (tenggedi bu’awu), 13,33% (lompat tali), dan 29,22% (kalari). Temuan ini menunjukkan bahwa modifikasi mekanisme, aturan, dan media permainan tradisional efektif meningkatkan minat serta partisipasi siswa dalam pembelajaran penjas.
Copyrights © 2025