Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena degradasi moral dan krisis karakter pada anak Kelompok B di RA Tarbiyah Islamiyah Tanjung Agung, seperti rendahnya kepatuhan, ketidaksabaran, konflik antar-siswa, serta minimnya penggunaan kata santun. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menguji peningkatan nilai-nilai karakter anak usia dini melalui penerapan model pembelajaran berbasis integrasi cerita rakyat Bungo. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus terhadap 15 anak didik. Data dikumpulkan menggunakan instrumen lembar observasi terstruktur dan catatan lapangan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis persentase ketercapaian indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi cerita rakyat Bungo melalui media audio-visual dan lembar aktivitas terbukti efektif meningkatkan nilai karakter anak. Peningkatan signifikan terlihat dari lonjakan persentase anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB), yaitu dari 26,67% pada Siklus I menjadi 86,67% pada Siklus II. Simpulan penelitian ini adalah integrasi cerita rakyat lokal dalam pembelajaran efektif meningkatkan nilai karakter religiositas, kemandirian, kejujuran, dan sopan santun anak usia dini.
Copyrights © 2026